Aku Berharga
By: Elsa Safira

Aku bukan tipe orang yang yang mudah bergaul dengan orang yang baru. Dan juga aku bukan tipe orang yang outgoing dan bisa memulai percakapan dengan orang lain. Aku juga anak yang lebih nyaman sendirian melakukan aktivitas seperti, menonton film, series, mengerjakan tugas, belajar serta  membaca buku. Aku lebih nyaman dengan beberapa teman dekat saja. Kalau diajak keluar dan jumpa dengan banyak orang, rasanya pengen buru-buru pulang deh, hahaha.. Dan mulai menyendiri untuk merecharge energi ku yang sudah terkuras karena bertemu dengan banyak orang. I really love spending time alone., Orang kebanyakan menganggapku seorang yang “pendiam”. Tetapi, kenyataannya, aku jauh lebih gila kalau ketemu sama orang-orang yang satu frekuensi denganku.

 Istilahnya, aku adalah seorang introvert. Yaps, I’am an introvert. Beberapa bulan yang lalu, aku menonton video dari Raditya Dika. Kak Radit melakukan tes MBTI online di link https://www.16personalities.com/id/tes-kepribadian dan akupun mulai curious tentang diriku. Sebenarnya, akutuh tipikal introvert yang gimana sih? Apa iya aku memang benar-benar introvert? And then, I took this testJ

             Menurut Wikipedia,  Myers-Briggs Type Indicator (MBTI) adalah psikotes yang dirancang untuk mengukur preferensi psikologis seseorang dalam melihat dunia dan membuat keputusan. Intinya, tes ini bertujuan untuk melihat cara kamu dalam mengambil setiap keputusan dan kecenderungan kepribadian kamu itu seperti apa.

             Singkat cerita, ternyata hasil tes nya yaitu aku seorang yang INTJ A. Seorang INTJ lebih nyaman belajar sendiri daripada bersama-sama. Mereka seorang yang perfeksionis, serius, dan kritis.  

            Sebenarnya, dari dulu aku merasa bahwa aku ini berbeda dari kebanyakan orang. Melihat orang-orang yang bisa bersinar di dalam suatu perkumpulan membuatku merasa minder. Kenapa ya aku kok tidak bisa seperti mereka? Pada saat itu aku merasa useless. Aku merasa bahwa aku ini anak yang susah bergaul. Tidak bisa mempunyai sahabat, dan akan susah nantinya untuk mendapatkan teman. That’s what people say about me.

             Aku merasa tidak berharga. Aku merasa menjadi seorang introvert adalah suatu kesialan. Yang pertama, aku tidak bisa ramah ke orang yang baruku kenal. Kedua, aku kurang percaya diri untuk tampil kedepan dan menjadi sorot perhatian. Ketiga, energiku akan terkuras habis bila aku harus berkumpul dengan orang banyak sedangkan bagi seorang ekstrovert ini adalah sebuah cara mereka untuk merecharge dirinya sendiri.

             Aku sempat berada di titik dimana aku merasa tidak punya kelebihan di diriku. Aku merasa asing. Pada akhirnyapun, aku membenci diriku sendiri karena tidak bisa menjadi seperti mereka yang charming, menjadi sorot perhatian dan mudah untuk bersosialisasi dengan orang lain. I didn’t love myself just because I’m an introvert, so sad.

            Akhirnya, akupun mencari tau kelebihan apa saja yang aku miliki. Ada hal yang membuat aku akhirnya bangga menjadi seorang introvert. Yaitu, seorang introvert itu adalah pendengar yang baik. Berapa banyak orang di dunia ini yang ingin selalu berbicara tetapi tak ada satupun yang ingin mendengarkan?

           Pada beberapa bulan yang lalu, akupun mengikuti sebuah webinar yang membahas tentang kekuatan seorang introvert. Dari hasil webinar tersebut, aku merasa sangat relate karena aku baru menyadari ternyata aku memiliki kelebihan-kelebihan yang tidak aku kembangkan. Aku terlalu fokus kepada kekuranganku sehingga kelebihanku tidak aku pergunakan dengan sebaik-baiknya. contohnya yaitu, aku lebih suka berfikir dahulu sebelum beraksi. Melihat ektrovert yang spontanitasnya tinggi akupun jadi merasa minder. Karena aku membutuhkan waktu sebelum aku melakukan sesuatu dengan berfikir. Haha, overthinking check. Tetapi, aku mendapatkan sisi lain dari kekurangan yang kuanggap dulu yaitu aku seorang yang berpikir comprehensive, tidak hanya bicara dan beraksi tanpa berpikir. Selalu berhati-hati dengan apapun yang melibatkan risiko. Aku berusaha mendengarkan dan memikirkan apa yang bisa dikatakan dalam percakapan, memilih kata-kata dengan hati-hati, sehingga aku mampu untuk mengomunikasikan sesuatu yang penting ketika memiliki kesempatan.

           Dan aku merasa aku punya kekurangan dalam hal tidak bisa berada dalam small talk atau percakapan yang ringan. Kalau kata orang, aku seorang yang sangat serius. Alasannya, karena aku kurang menguasi obrolan ringan dengan orang lain. Sebenarnya, bukan tidak bisa, hanya saja tidak lihai seperti orang-orang ektrovert. Tetapi, aku dapat melihat sisi lain dari kekurangan ini, yaitu, aku lebih suka berbicara yang berbobot dan topic yang lebih serius daripada hanya berbicara ringan tapi poinnya gada. That’s why I like deep talk even to myself. Aku suka banget deep talk dengan diri sendiri. Inilah salah satu bentuk dari intropeksi.

 

source: Pinterest

  

           Sekarang, aku sudah tidak merasa sendiri lagi. Ada banyak orang introvert diluar sana. Bahkan, orang-orang hebat seperti Bill Gates, Mark Zuckerberg, Stephen Hawking merupakan seorang yang introvert.

          Now, I understand myself better, I am deeply grateful for how I am. I can say that I’m precious. Aku berharga. I’m unique in my own ways.

 


Seperti yang dikatakan oleh Stephen Hawking, "Quiet People have the loudest minds".

Komentar

Anonim mengatakan…
Cerita yang sangat menginspirasi seseorang yang membuat para introvert termotivasi bahwa mereka memiliki kelebihan yang tidak orang kira tetapi sangat bermanfaat bagi sesorang ,dan gaya bahasa serta tata tulisan yang bagus, membuat cerita yang sederhana tapi bermakna
Unknown mengatakan…
Cerita bagus bgd dan menyentuh:" untuk kamuu yg diluar sana lagi ngalamin sepertii inii. Yokk semangatt yokkk. Pastii bisaa:)
Widya Ikhma Yanti mengatakan…
belajar untuk self accepting yuk
Anak Mak atia mengatakan…
Belajar jadi diri sendiri adalah investasi terbesar dalam hidup introvert ♥️
Unknown mengatakan…
Jatuh cinta pada diri sendiri adalah kebahagian yang utama, so jangan insecure :))
Unknown mengatakan…
Kelebihan yang ada ayo manfaatkan,kalau memikirkan kekurangan kita gak akan maju. Berjuang melawan rasa introvert mu
Julisa Fajriyanda mengatakan…
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Julisa Fajriyanda mengatakan…
yes as an introvert its rly hard to understand ourselff but u didt great anywayyy
Rafifah Ath Thahrii mengatakan…
Isi blog kamu bagus sekali😍 apa yang kamu tulis , aku pernah alami situasi seperti itu😣 tapi aku coba untk lebih menghragai diriku sendiri .. Karena aku tau aku berharga, dan setiap orang juga sama berharganya dengan diriku❤
Bunga Mardiyuri mengatakan…
Aku berharga dan kamu juga 💖
Silva Febrianti mengatakan…
Bagus ceritanya. mengajarkan untuk tdk memikirkan kekurangan pada diri kita
cinta mengatakan…
Kamu hebat! Disegala banyak orang yang bersinar, berbicara, kamulah pribadi yang bisa mendengar dan peka terhadap sekitar. Menjadi introvert bukanlah sebuah kesalahan. Membaca blog mu mengingat kan saya pada masa muda saya dulu. Saya pun begitu. Kita hebat! Kita berharga!

Postingan populer dari blog ini